Jumat, 13 September 2013

PMP SILABUS 3



Dasar-Dasar Perencanan Pendidikan
A. Perencanaan ,Manajemen dan Administrasi
Perencanaan dalah suatu rangkaian proses kegiatan yang menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi dan apa yang akan dilakukan .
Kajian tentang perencanaan pada dasarnya selalu terkait dengan konsep manajemen atau administrasi. Hal ini dapat dimaklumi karena baik dalam konsep manajemen atau administrsi,perencanaan merupakan unsur dan fungsinya yang pertama dan utama.
Sebagai salah satu fungsi manajemen ,perencanaan ada pada posisi pertama misalnya POAC,PDCA dan lainnya. Para pakar manajemen menyatakan bahwa apabila perencanaan telah selesai dan dilakukan dengan benar,maka pekerjaanpun akan selesai dilaksanakan. Perencanaan menurut para ahli :
Menurut Prajudi Atmusudirdjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang suatau yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu,oleh siapa,dan bagaimana.
Menurut Bintoro Tjokoamidjojo perencanaan dalam arti seluas-luasnya adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yanga akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Dengan demikian kita dapat merumuskan fungsi dan tujuan perencanaan yaitu
1.     Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian.
2.    Menghindari pemborosan sumber daya.
3.    Alat bagi pengembangan quality assurance.
4.    Upaya untuk memenui accountability kelembagaan.
B. Konsep Dasar Pendidikan
Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan padanya,itu karena hanya manusialah yang dapat dididik dan  mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik,mental ,emosional ,keimanan dan ketakwaan manusia.
Pendidikan dapat dinyatakan sebagai suatu system dengan komponen yang saling berhubungan  dan mempengaruhi,minimal sebagai berikut :
A.   Individu peserta didik yang berpotensi dan ingin berkembang dan dikembangakan semaksimal mungkin.
B.    Individu peserta didik yang memiliki unsur upaya sengaja,terencana,efektif,produktif dan kreatif
C.    Hubungan antara pendidik dan peserta didik yang dapat dinyatakan sebagai situasi pendidikan yang menjadi landasan tempat berpijak,tindakan yang dapat digolongkan sebagai tidakan pendidikan.
D.   Struktur sosiokultural yang mewakili lingkungan di antara kenyataan yang berupa norma yang bersumber dari alam ,budaya atau religi.
E.    Tujuan yang disepakati  bersama antara peserta didik dan pendidik dan tidak bertentangan dengan tuntutat normatif sosiokultural dimana pendidikan tumbuh dan berkembang.
C. Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan
Berikut ini di paparkan beberapa devinisi tentang perencanaan pendidikan menurut para ahli :
1.     Menurut Coombs bahwa perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistemetis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
2.    Menurut Albert Waterston perencanaan pendidikan adalah investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan-kegiatan pembangunan lain yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.
3.    Menurut Guruge perencanaan pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan adalah tugas dari perencanaan pendidikan.
Dari penjelasan diatas dapat di ambil  beberapa unsur penting dalam perencanaan pendidikan yaitu :
1.     Pendidikan menggunakan analisi yang bersifat rasional dan sistemetis.
2.    Suatu proses pembangunan dan pengembangan pendidikan.
3.    Prinsip efektivitas dan efesiensi.
4.    Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat.

Perencanaan pendidikan dalam pelaksanaannya tidak dapat diukur dan dinilai secara cepat,tapi memerlukan waktu yang cukup lama,khususnya dalam suatu kegiatan atau bidang pendidikan yang bersifat kualitatif apalagi dari sudut kepentingan nasional.
Perencanaan pendidikan mempunyai ciri-ciri yaitu :
1.     Perencanaan pendidikan harus mengutamakan niai-nilai manusiawi.
2.    Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangakan potensi dalam dirinya.
3.    Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama bagi peserta didik
4.    Perencanaan pendidikan harus komprehensif dan sistemetis.
5.    Perencanan pendidikan harus berorientasi pada masa yang akan datang karena pendidikan adalah proses jangka panjang dan jauh untuk menghadapi masa depan

D. Analisis Posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan pada dasarnya berpusat pada tiga kompone utama,yaitu :
1.     Dengan perencanaan itu ditunjukan tujuan apakah yang harus dicapai ?
2.    Bagaimanakah perencanaan itu dimulai?
3.    Dan bagaimanakah cara mencapai tujuan itu?
Tujuan adalah arah yang mempersatukan kegiatan pembangunan,tanpa tujuan kegiatan pembangunan pendidikan tidak akan terarah dan tidak terkendali.Tujuan merupakan cita-cita atau visi atau sasaran dan merupakan absolute dan tidak bisa ditawar.
Pembangunan pendidikan memerlukan resources yang perlu diatur secermat mungkin,karena resources itu amat sangat langka,semuanya perlu dirancang secara komprehensif,akurat,cxermat dan efisien serta bedasarkan perhitungan yang matang.
Perencanan itu dapat diartikan sebagai proses pengambilan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.Perencanan tidak hanya berakhir pada rancangan awal wacana tetapi harus mencakup proses implementasinya.
Dengan memahami arti atau devinisi perencanaan seperti yang diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan itu sebenarnya alat pengubah (moderator) dan alat pengendalian. Pembangunan itu mengandung arti mengubah untuk maju dan berkembang menuju arah tertentu dan perencanaan itu adalah rumusan yang mengandung semua perubahan itu serta petunjuk untuk mewujudkannya.

E. Mekanisme Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan terdiri atas beberapa jenis tergantung dari sis mana melihatnya.Ditinjau dari tataran dan cakupannya,perencanaan pendidikan ada yang bersifat nasional dan makro,adapula yang besifat daerah atau regional,ada juga yang bersifat lokal dan ada juga yang bersifat kelembagaan atau institusional bahkan operasional.
Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional mencakup seluruh usaha pendidikan untuk mencerdaskan atau membangun bangsa termasuk seluruh jenjang,jenis dan isinya.
Perencanaan regional adalah perencanaan pada tingkat daerah provinsi /kabupaten/kota yang mencakup seluruh jenis dan jenjang untuk daerah atau provinsi itu.sedangkan perencanaan pendidikan local adalah perencanaan pendidikan yang mencakup berbagai kegiatan untuk kota atau kabupaten untuk satuan wilayah yang lebih terbatas.
Perencanaan pendidikan kelembagaan adalah perencanaan yang mencakup satu institusi atau lembaga pendidikan tertentu saja seperti perencanaan sekolah atau perencanaan universitas,pusdiklat dan sebagainya.
Ditinjau dari posisi dan sifat serta karakteristik model perencanaan ,perencanaan pendidikan itu ada yang bersifat terpadu,komprehensif,transaksional dan strategic.
Perencanaan pendidikan terpadu mengandung arti bahwa perencanaan pendidikan itu mencakup seluruh aspek esensial pembangunan pendidikan dalam pola dasar perencanaan pembangan nasional. Perencanaan pendidikan komprehensif mengandung konsep keseluruhan yang disusun secara sistemik dan sistematik.
Sedangkan perencanaan strategic adalah perencaan yang mengandung pendekatan strategic issues yang dihadapi dalam upaya membangun pendidikan .
Demikian penjelasan tentang dasar-dasar perencanaan pendidikan ,semoga dapat bermanfaat ya….


Sumber :
Udin dan Abin.2005.Perencanaan Pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar