Dasar-Dasar Perencanan Pendidikan
A. Perencanaan ,Manajemen dan Administrasi
Perencanaan
dalah suatu rangkaian proses kegiatan yang menyiapkan keputusan mengenai apa
yang diharapkan terjadi dan apa yang akan dilakukan .
Kajian tentang
perencanaan pada dasarnya selalu terkait dengan konsep manajemen atau
administrasi. Hal ini dapat dimaklumi karena baik dalam konsep manajemen atau
administrsi,perencanaan merupakan unsur dan fungsinya yang pertama dan utama.
Sebagai
salah satu fungsi manajemen ,perencanaan ada pada posisi pertama misalnya
POAC,PDCA dan lainnya. Para pakar manajemen menyatakan bahwa apabila
perencanaan telah selesai dan dilakukan dengan benar,maka pekerjaanpun akan
selesai dilaksanakan. Perencanaan menurut para ahli :
Menurut Prajudi
Atmusudirdjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang suatau yang
akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu,oleh siapa,dan bagaimana.
Menurut
Bintoro Tjokoamidjojo perencanaan dalam arti seluas-luasnya adalah proses
mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yanga akan dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu.
Dengan
demikian kita dapat merumuskan fungsi dan tujuan perencanaan yaitu
1.
Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian.
2.
Menghindari pemborosan sumber daya.
3.
Alat bagi pengembangan quality assurance.
4.
Upaya untuk memenui accountability kelembagaan.
B. Konsep Dasar Pendidikan
Pendidikan
merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu
mengemban tugas yang dibebankan padanya,itu karena hanya manusialah yang dapat
dididik dan mendidik. Pendidikan dapat
mempengaruhi perkembangan fisik,mental ,emosional ,keimanan dan ketakwaan
manusia.
Pendidikan
dapat dinyatakan sebagai suatu system dengan komponen yang saling
berhubungan dan mempengaruhi,minimal
sebagai berikut :
A.
Individu peserta didik yang berpotensi dan ingin
berkembang dan dikembangakan semaksimal mungkin.
B.
Individu peserta didik yang memiliki unsur upaya
sengaja,terencana,efektif,produktif dan kreatif
C.
Hubungan antara pendidik dan peserta didik yang
dapat dinyatakan sebagai situasi pendidikan yang menjadi landasan tempat
berpijak,tindakan yang dapat digolongkan sebagai tidakan pendidikan.
D.
Struktur sosiokultural yang mewakili lingkungan di
antara kenyataan yang berupa norma yang bersumber dari alam ,budaya atau
religi.
E.
Tujuan yang disepakati bersama antara peserta didik dan pendidik dan
tidak bertentangan dengan tuntutat normatif sosiokultural dimana pendidikan
tumbuh dan berkembang.
C. Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan
Berikut
ini di paparkan beberapa devinisi tentang perencanaan pendidikan menurut para
ahli :
1.
Menurut Coombs bahwa perencanaan pendidikan adalah
suatu penerapan yang rasional dari analisis sistemetis proses perkembangan
pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien serta
sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
2.
Menurut Albert Waterston perencanaan pendidikan
adalah investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan-kegiatan
pembangunan lain yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta
keuntungan sosial.
3.
Menurut Guruge perencanaan pendidikan adalah
proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan
adalah tugas dari perencanaan pendidikan.
Dari
penjelasan diatas dapat di ambil
beberapa unsur penting dalam perencanaan pendidikan yaitu :
1.
Pendidikan menggunakan analisi yang bersifat
rasional dan sistemetis.
2.
Suatu proses pembangunan dan pengembangan
pendidikan.
3.
Prinsip efektivitas dan efesiensi.
4.
Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat.
Perencanaan
pendidikan dalam pelaksanaannya tidak dapat diukur dan dinilai secara
cepat,tapi memerlukan waktu yang cukup lama,khususnya dalam suatu kegiatan atau
bidang pendidikan yang bersifat kualitatif apalagi dari sudut kepentingan nasional.
Perencanaan
pendidikan mempunyai ciri-ciri yaitu :
1.
Perencanaan pendidikan harus mengutamakan
niai-nilai manusiawi.
2.
Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan
bagi peserta didik untuk mengembangakan potensi dalam dirinya.
3.
Perencanaan pendidikan harus memberikan kesempatan
yang sama bagi peserta didik
4.
Perencanaan pendidikan harus komprehensif dan
sistemetis.
5.
Perencanan pendidikan harus berorientasi pada masa
yang akan datang karena pendidikan adalah proses jangka panjang dan jauh untuk
menghadapi masa depan
D. Analisis Posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan
pendidikan pada dasarnya berpusat pada tiga kompone utama,yaitu :
1.
Dengan perencanaan itu ditunjukan tujuan apakah
yang harus dicapai ?
2.
Bagaimanakah perencanaan itu dimulai?
3.
Dan bagaimanakah cara mencapai tujuan itu?
Tujuan
adalah arah yang mempersatukan kegiatan pembangunan,tanpa tujuan kegiatan
pembangunan pendidikan tidak akan terarah dan tidak terkendali.Tujuan merupakan
cita-cita atau visi atau sasaran dan merupakan absolute dan tidak bisa ditawar.
Pembangunan
pendidikan memerlukan resources yang perlu diatur secermat mungkin,karena
resources itu amat sangat langka,semuanya perlu dirancang secara
komprehensif,akurat,cxermat dan efisien serta bedasarkan perhitungan yang
matang.
Perencanan
itu dapat diartikan sebagai proses pengambilan berbagai keputusan yang akan
dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan.Perencanan tidak hanya berakhir pada rancangan awal wacana tetapi harus
mencakup proses implementasinya.
Dengan
memahami arti atau devinisi perencanaan seperti yang diuraikan diatas dapat
disimpulkan bahwa perencanaan itu sebenarnya alat pengubah (moderator) dan alat
pengendalian. Pembangunan itu mengandung arti mengubah untuk maju dan
berkembang menuju arah tertentu dan perencanaan itu adalah rumusan yang
mengandung semua perubahan itu serta petunjuk untuk mewujudkannya.
E. Mekanisme Perencanaan Pendidikan
Perencanaan
pendidikan terdiri atas beberapa jenis tergantung dari sis mana melihatnya.Ditinjau
dari tataran dan cakupannya,perencanaan pendidikan ada yang bersifat nasional
dan makro,adapula yang besifat daerah atau regional,ada juga yang bersifat lokal
dan ada juga yang bersifat kelembagaan atau institusional bahkan operasional.
Perencanaan
pendidikan pada tingkat nasional mencakup seluruh usaha pendidikan untuk
mencerdaskan atau membangun bangsa termasuk seluruh jenjang,jenis dan isinya.
Perencanaan
regional adalah perencanaan pada tingkat daerah provinsi /kabupaten/kota yang
mencakup seluruh jenis dan jenjang untuk daerah atau provinsi itu.sedangkan
perencanaan pendidikan local adalah perencanaan pendidikan yang mencakup
berbagai kegiatan untuk kota atau kabupaten untuk satuan wilayah yang lebih
terbatas.
Perencanaan
pendidikan kelembagaan adalah perencanaan yang mencakup satu institusi atau
lembaga pendidikan tertentu saja seperti perencanaan sekolah atau perencanaan
universitas,pusdiklat dan sebagainya.
Ditinjau
dari posisi dan sifat serta karakteristik model perencanaan ,perencanaan
pendidikan itu ada yang bersifat terpadu,komprehensif,transaksional dan strategic.
Perencanaan
pendidikan terpadu mengandung arti bahwa perencanaan pendidikan itu mencakup
seluruh aspek esensial pembangunan pendidikan dalam pola dasar perencanaan
pembangan nasional. Perencanaan pendidikan komprehensif mengandung konsep
keseluruhan yang disusun secara sistemik dan sistematik.
Sedangkan
perencanaan strategic adalah perencaan yang mengandung pendekatan strategic
issues yang dihadapi dalam upaya membangun pendidikan .
Demikian penjelasan
tentang dasar-dasar perencanaan pendidikan ,semoga dapat bermanfaat ya….
Sumber :
Udin dan Abin.2005.Perencanaan
Pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar