A.
PENGERTIAN MONITORING
Monitoring adalah penilaian secara terus menerus terhadap fungsi
kegiatan-kegiatan program-program di dalam hal jadwal penggunaan input atau masukan
data oleh kelompok sasaran berkaitan dengan harapan-harapan yang telah
direncanakan.
Adapun
pengertian monitoring menurut para ahli :
1. Cassely dan Kumar 1987
Monitoring
merupakan program yang terintegrasi, bagian penting dipraktek manajemen yang
baik dan arena itu merupakan bagian integral di manajemen sehari-hari.
2. Calyton dan Petry 1983
Monitoring
sebagai suatu proses mengukur, mencatat, mengumpulkan, memproses dan
mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen
program/proyek.
3. Oxfam 1995
Monitoring
adalah mekanisme yang sudah menyatu untuk memeriksa yang sudah untuk memeriksan
bahwa semua berjalan untuk direncanakan dan memberi kesempatan agar penyesuaian
dapat dilakukan secara metodologis.
4. SCF 1995
Monitoring
adalah penilaian yang skematis dan terus menerus terhadap kemauan suatu
pekerjaan.
5. (WHO )
Monitoring
adalah suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari penerapan suatu
program termasuk mengecek secara reguler untuk melihat apakah kegiatan/program
itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang dilihat /ditemui dapat
diatasi.
6. Monitoring menurut Webster’s New
Collegiate Dictionary (1981) adalah: “a device for observing or giving
admonition or warning”. Sementara itu menurut Webstern’s New World Dictionary,
maka pengertian “monitoring adalah something that reminds or warns’ or any of
various devices for checking or regular the performance”.
B.
Perbedaan dan Persamaan Monitoring dan Evaluasi
Monitoring selain berkaitan dengan supervisi, juga
mempunyai hubungan erat dengan evaluasi program. UNESCO (1982) mengidentifikasi
lima kaitan dan perbedaan antara monitoring dan evaluasi.
Pertama, fokus monitoring adalah pada program yang sedang
dilaksanakan. Bukan pada konteks kegiatan yang harus dilakukan oleh pelaksana
program. Sedangkan evaluasi sering dilakukan sejak perencanaan program.
Kedua, monitoring menitikberatkan pada aspek
kuantitatif dalam pelaksanaan program yang dapat menjadi bahan untuk kegiatan
evaluasi. Evaluasi dapat melengkapi hasil monitoring dengan data tambahan yang
diperlukan sesuai dengan tujuan evaluasi
yang mengarah pada aspek kualitatif. Monitoring berhubungan dengan
dimensi kuantitatif tentang efektivitas program seperti banyaknya output
program, sedangakn evaluasi lebih berkaitan dengan dimensi kualitatif tentang
efektivitas program seperti sejauhmana output sesuai dengan norma atau standar
yang telah ditentukan.
Ketiga, monitoring mencakup usaha untuk mengidentifikasi
faktor-faktor pendukung program, seperti faktor logistik, yang dapat membantu
atau mempengaruhi penampilan program, sedangkan evaluasi mengarah pada upata
menyiapkan bahan masukan untuk pengambilan keputusan tentang ketepatan
perbaikan peluasan atau pengembangan program.
Keempat, kontribusi yang dapat dimanfaatkan dengan segera
dari hasil monitoring adalah untuk kepentingan pengelolaan program, sedangkan
kontribusi evaluasi lebih terkait dengan pengambilan keputusan tentang
penyusunan rancangan dan isi program.
Kelima, monitoring dan evaluasi merupakan proses yang
saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Walaupun tekannya berbeda,
keduanya mempunyai arah yang sama yaitu untuk meningkatkan efektivitas program.
C. TUJUAN MONITORING
Secara umum Monitoring bertujuan mendapatkan umpan balik
bagi kebutuhan program proses pembelajran yang sedang berjalan, dengan
mengetahui kebutuhan ini pelaksanaan program akan segera mempersiapkan
kebutuhan dalam pembelajaran tersebut. Kebutuhan bisa berupa biaya, waktu,
personel, dan alat. Pelaksanaan program akan mengetahui berapa biaya yang
dibutuhkan, berapa lama waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut.
Dengan demikian akan diketahui pula berapa jumlah tenaga
yang dibutuhkan, serta alat apa yang harus disediakan untuk melaksanakan
program tersebut. Secara lebih
terperinci monitoring bertujuan untuk :
1. Mengumpulkan data dan informasi yang
diperlukan bagi peserta ada proses pembelajaran.
2. Memberikan masukan tentang kebutuhan dalam
melaksanakan program pembelajaran bagi peserta didik.
3. Mendapatkan gambaran ketercapaian tujuan
proses pembelajaran pendidika setelah adanya kegiatan pembelajaran.
4. Memberikan informasi tentang metode yang tepat
untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran.
5. Mendapatkan informasi tentang adanya
kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan selama kegiatan proses pembelajaran.
6. Memberikan umpan balik bagi sistem penilaian
program pembelajran yang lebih baik lagi .
7. Memberikan pernyataan yang bersifat penandaan
berupa fakta dan nilai terhadap proses pembelajaran yang telah di lakukan.
D. Jenis Monitoring dan Evaluasi
Ada dua jenis monitoring dan evaluasi sekolah :
Monitoring dan evaluasi internal adalah
monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh sekolah sendiri. Pada umumnya,
pelaksana monitoring dan evaluasi internal adalah warga sekolah sendiri yaitu
kepala sekolah, guru, siswa, orangtua siswa, guru bimbingan dan penyuluhan, dan
warga sekolah lainnya. Tujuan utama monitoring dan evaluasi internal sekolah
adalah untuk mengetahui tingkat kemajuan dirinya sendiri (sekolah) sehubungan
dengan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
Monitoring dan evaluasi eksternal adalah
monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak eksternal sekolah (external
institution), misalnya Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Perguruan tinggi,
atau gabungan dari ketiganya. Hasil monitoring dan evaluasi eksternal dapat
digunakan untuk: rewards system terhadap individu sekolah, meningkatkan iklim
kompetisi antar sekolah, kepentingan akuntabilitas publik, memperbaiki sistem
yang ada secara keseluruhan, dan membantu sekolah dalam mengembangkan dirinya.
E. Langkah-Langkah
Monitoring
Langkah-langkah pokok
untuk melakukan monitoring adalah sebagai berikut:
a) menyusun rancangan
monitoring, seperti untuk menghimpun data atau informasi tentang pelaksanaan
program yang hasilnya akan dibagikan dan diserahkan kepada pengelola untuk memperbaiki
pelaksanaan program.
b) sasaran atau aspek-aspek
yang akan dimonitor.
c) faktor pendukung
dan penghambat pelaksanaan program.
d) pendekatan metode,
teknik dan instrumen monitoring.
e) waktu dan jadwal
kegiatan monitoring.
f) biaya monitoring.
Rancangan
ini didiskusikan dengan pengelola dan penyelenggara program untuk memperoleh
masukan bagi penyempurnaannya. Hasil penyempurnaan ini dapat disebut program
monitoring. Kedua, melaksanakan kegiatan monoitoring dengan menggunakan
pendekatan metode, teknik dan isntumen yangtela ditetapkan dalam langkah
pertama. Ketiga, menyusun dan menyerahkan laporan monitoring kepada pihak
pengelola atau penyelenggara program untuk digunakan bagi perbaikan atau
pengembangan program.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar